Senin, 25 April 2011

Ketrampilan menulis

Ketika menerima hasil karangan
yang diperiksa tutor, Pak Harjito
(Pak Har) terkejut. Ternyata apa
yang dituliskannya banyak yang
keliru, baik ejaan, paragraf, maupun
tata kalimatnya.
Hampir tiap kalimatnya juga terdapat tanda
koreksi dari sang tutor.
Pak Har

memang beranggapan bahwa menulis itu seperti yang biasa ia
lakukan, saat ada ide, Pak Har pun
menulis dan tidak berpikiran
mengoreksi kembali tulisannya.
Pertanyaan: Benarkah anggapan Pak
Har tersebut? Kaitkan jawaban
Saudara dengan pemikiran bahwa
menulis merupakan sebuah proses.
Hide
Anggapan Pak Har tentang kegiatan
menulis tidak benar. Pak Har
menganggap bahwa menulis itu
harus sekali jadi. Padahal, dalam
menulis ada tiga tahapan yang
harus dilalui, yakni prapenulisan,
penulisan, dan pascapenulisan, dan
ini merupakan konsep menulis
sebagai proses.
Dalam tahap prapenulisan, Pak Har
mestinya membuat kerangka
tulisan, menganalisis siapa audience
yang akan membaca, dan untuk
acara apa tulisannya akan
digunakan. Dengan menyusun
kerangka dan menganalisis sasaran
pembaca, Pak Har telah melalui
tahapan yang benar sehingga ia
tinggal mengembangkan apa yang
telah dipersiapkan dalam
prapenulisan.
Dalam tahap penulisan, Pak Har
mengembangkan kata demi kata,
kalimat demi kalimat, dengan
berpedoman pada kerangka dan
pokok-pokok pikiran yang telah
dipersiapkan.
Dalam tahap pascapenulisan, Pak
Har perlu memeriksa ulang tulisan
yang telah dibuatnya. Kesalahan-
kesalahan ejaan, huruf besar, dan
tanda baca, sangat mungkin terjadi.
Bahkan, kesalahan isi materi, juga
dimungkinkan terjadi, misalnya
salah menyebut UU atau PP.
Dengan melewati tiga tahap ini, Pak
Har telah melalui prosedur yang
benar untuk menghasilkan sebuah
tulisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar